Welcome to My BLOG

=================================================================================

Sharing Everything about Knowledge

18 September 2015

Membangun Firewall dan Router dengan pfSense

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
       Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tentang bagaimana membangun sebuah firewall dan router dengan menggunakan OS pfSense. Nah sebelum itu apasih pfSense itu?
       Untuk penjelasan dari pfSense itu sendiri lihat di Pengenalan Tentang pfSense. Dalam praktik ini pfSense dibuat sebagai gateway, untuk topologinya sangatlah sederhana seperti gambar di bawah.

       Nah secara garis besar langkah-langkah untuk membangun firewall dan router ini adalah sebagai berikut :
  1. Instalasi pfSense
  2. Konfigurasi Interface dan DHCP Server
  3. Konfigurasi Awal dan DNS Forwarder
Langkah-langkah :

A. Instalasi pfSense
  1. Buat bootable pfSense menggunakan CD maupun USB. (Download ISO pfSense DISINI)
  2. Atur BIOS Anda untuk booting mengarah ke CD/USB.
  3. Kemudian tunggu beberapa saat sampai muncul tampilan seperti di bawah ini.
    Pilih "Boot Multi User", dengan menekan Enter maupun 1, tunggu beberapa saat.
  4. Lalu akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini. Tekan "I" untuk instalasi.
  5. Pilih "Accept these Setting".
  6. Lalu pilih "Quick/Easy Install".
  7. Tekan "Ok". Untuk instalasi secara Quick/Easy Install partisi dilakukan secara otomatis dan akan memformat sema isi harddisk.
  8. Tunggu beberapa saat sampai proses instalasi selesai.
  9. Jika instalasi selesai akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Pilih "Standart Kernel".
  10. Lalu pilih "Reboot".
  11. Kemudian sebelum reboot perhatikan terdapat keterangan untuk username dan password default.
    Username default = admin
    Password default = pfsense
  12. Lalu setelah restart, otomatis kita akan mengonfigurasi interface, seperti gambar di bawah. Tekan "n" untuk tidak menambahkan VLAN.
  13. Lalu terdapat Valid Interface yang menunjukan interface yang aktif. Nah tentukan interface mana yang mengarah ke Internet (Outside) dan yang mengarah ke LAN (Intside). Dalam praktek ini interface yang aktif adalah sebagai berikut :
    - vr0   ------------> digunakan WAN (Internet) / Outside
    - ral0  ------------> tidak digunakan
    - re0   ------------> digunakan LAN (Inside)
    Nah pada pemilihan WAN interface arahakan ke re0 (sesuaikan dengan interface Anda) seperti di bawah ini.
  14. Kemudian LAN interfaces arahkan ke vr0 (sesuaikan dengan interface Anda) seperti di bawah ini.
  15. Lalu memilih interface untuk OPT (Option), langsung lewati asja dengan menekan enter. Dan akan muncul seperti gambar di bawah ini. Langsung ketik y > enter.
  16. Jika sudah akan tampak seperti gambar di bawah ini.
       Nah itu tadi instalasi dari pfSense, Nah untuk selanjutnya adalah Konfigurasi Interface dan DHCP Server (Lihat : B. Konfigurasi Interface dan DHCP Server).

Semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

17 September 2015

Pengenalan tentang pfSense

          pfSense merupakan distro linux turunan free bsd, "akan tetapi disesuaikan untuk digunakan sebagai firewall dan router. Selain menjadi, platform yang kuat fleksibel firewall dan routing, itu termasuk daftar panjang fitur terkait dan sistem paket yang memungkinkan upgrade lebih lanjut tanpa menambahkan  dan kerentanan keamanan potensial untuk distribusi dasar. pfSense adalah proyek populer dengan lebih dari 1 juta download sejak awal, dan terbukti dalam instalasi yang tak terhitung jumlahnya mulai dari jaringan rumah kecil melindungi PC dan Xbox untuk perusahaan besar, universitas dan organisasi lainnya melindungi ribuan perangkat jaringan."

          Dengan tampilan yang sederhan dengan web gui administrator memudahkan kita mengoprasikan pfsense, meskipun kita yang baru belajar routing dan firewall pada jaringan local ataupun internet. dan di ingat pfsense adalah opensource alias GPL GNU, sebuah software yang layak digunakan sebagai alternatif router, firewall, load balancing, ataupun web proxy dan masih banyak lagi fitur yang diberikan ole PFSENSE dengan cuma-cuma alias gratis-tis.

16 September 2015

Mengenal Perintah Dasar CentOS

Berikut ini adalah beberapa direktori beserta fungsinya yang ada pada system linux :
  1. / adalah direktori yang berguna untuk menampung seluruh file yang terdapat dalam system linux.
  2. /bin, Adalah direktori yang berisi file-file yang dapat langsung dijalankan
  3. /tmp, Adalah direktori yang berisi file-file sementara(file-file yang diakibatkan interupsi-interupsi pada linux
  4. /usr, Adalah direktori yang berisi file-file yang dapat dijalankan untuk semua user
  5. /dev, Adalah berisi file-file dari hardware yang dimiliki oleh komputer
  6. /etc, Adalah direktori yang berisi file-file yang digunakan untuk konfigurasi linux dan mengganti password user
  7. /home, menyimpan direktori masing-masing user yang ada di sistem
  8. /boot,Adalah berisi file-file yang digunakan saat linux melakukan booting

Struktur Organisasi File


Jika user berada di root, simbol prompt shell adalah #.
Jika user berada pada user account, simbol maka prompt shell adalah $.

Beberapa Istilah yang digunakan dalam linux :
a. Kernel : Fungsinya untuk mengendalikan perangkat keras seperti pelayanan jam dan tanggal
secara otomatis,security,proses input output,manajemen memori, dan proses interupsi.
b. Shell : Fungsinya menerjemahkan perintah-perintah yang diberikan User.
c. Utilitas : Program yang disediakan linux untuk melakukan tugas tertentu.
d. Aplikasi : Program yang dibuat pemakai untuk memenuhi kebutuhannya.
e. Prompt : Tempat untuk mengetikkan perintah-perintah pada linux







Perintah dasar Linux
Untuk menggunakan perintah linux, menggunakan fasilitas : terminal .
Untuk masuk ke terminal : klik kanan pada desktop | open terminal.
Beberapa perintah dasar linux :
1. Organisasi user account
a. su –l : perintah Pindah ke user root


pada saat masuk ke root, akan diminta password, ketik : b514yu
b. adduser : perintah untuk membuat user account baru
  perintah : adduser namauser






c. membuat password dari user account yg baru :
   perintah : passwd namauser

    ketikkan password baru nya, perintah input password akan muncul 2x.
d. SU : perintah masuk ke user account
    Perintah : su namauser



Ketikkan : cd Untuk masuk ke home user account kita. Sehingga lambang direktori nya adalah ( ~ )



e. pwd : melihat posisi direktori yang sedang aktif




2. Organisasi direktori
a. mkdir : membuat direktori baru
    perintah : mkdir namadirektori


b. cd : untuk berpindah dari suatu direktori ke direktori lainnya.
1) Cd : masuk ke direktori home dari user account. Turun satu tingkat.



2) Cd namadirektori : pindah/masuk ke direktori yang dituju
     Perintah : cd namadirektori

3) Cd .. : naik satu tingkat
    Perintah : cd ..



c. Ls : untuk melihat/menampilkan isi dari sebuah direktori atau user account.
1) Ls : menampilkan file atau direktori



     Jika jenisnya direktori maka teks berwarna biru. Jika file maka teks berwarna hitam.

2) Ls –a : menampilkan semua file termasuk file yang dihidden (disembunyikan).


    File yang dihidden diawali symbol (.)

3) Ls -l : menampilkan file dan direktori beserta atributnya.




    Atribut terdiri dari nama file, ukuran, tanggal dimodifikasi, pemilik, group
4) Ls -f : menampilkan semua file tanpa ada proses sortir.


5) Ls -F : menampilkan file dan direktori dengan symbol penanda ditiap masing2 nya.




    Simbol ( / ) tanda direktori, symbol (@) untuk file symbolic link. Symbol ( * ) untuk file yang bersifat    
    executable. Tanda ( = ) untuk socket.
6) Ls -R : menampilkan file, jika didalam direktori terdapat file, maka akan langsung ditampilkan.


d. Rmdir : untuk menghapus direktori.
   1) Rmdir : menghapus direktori kosong.
          Perintah : rmdir namadirektori

   2) Rm -r : menghapus direktori yang ada isi file nya.
          Perintah : rm -r namadirektori

3. Organisasi File
    a. File : mengidentifikasi suatu file atau direktori.
        Perintah : file *





b. cat : perintah untuk membuat file baru.
    1) Cat>namafile : Perintah untuk membuat file baru



   2) Cat namafile : Perintah untuk membaca file yang sudah dibuat.



3) Cat>>namafile : Perintah untuk menambah isi file yang sudah dibuat.



c. Cp : mengcopy sebuah file (menggandakan/copy file).
     Perintah : cp namafileawal namafilebaru

atau

d. Ls : melihat isi file dari sebuah direktori.



e. Rm : menghapus file
     Perintah : rm namafile

f. Mv : memindahkan file dari direktori semula ke direktori lain (cut) atau merename file.
   1) Mv namafile alamatdirektorinya : memindahkan file (cut).
       Perintah : mv namafile alamatdirektorinya




       Setelah latih2 dimove dari direktori linux ke /home/titik, maka latih2 akan berada pada
       /home/titik dan menghilang pada direktori linux.

   2) Mv namafileawal namafilebaru : merename file.
         Perintah : mv namafile namafilebaru

g. Vi : membuat file baru dengan tampilan jendela editor.
     Perintah : vi namafile

Setelah masuk ke editor vi, isi file nya…
   1) Untuk simpan file + keluar dari editor vi

2) Untuk keluar dari editor vi tanpa menyimpan file.



3) Menyimpan file tanpa keluar dari editor vi.



Diberdayakan oleh Blogger.